Ketika saya memutuskan membangun Rumova.id, saya sempat berpikir tantangan terbesar adalah belajar WordPress, membuat database, atau mendesain website.
Ternyata saya salah.
Tantangan terbesar justru adalah menjadi Product Owner.
Setiap hari saya harus mengambil puluhan keputusan.
Apakah tombol ini sudah tepat?
Bagaimana tampilan homepage?
Carousel atau list?
Perlu banner developer atau belum?
Bagaimana cara menarik pemilik properti agar mau memasang iklan?
Pertanyaan-pertanyaan kecil itu ternyata jauh lebih melelahkan daripada menulis kode.
Di sinilah saya menyadari bahwa membangun sebuah platform bukan pekerjaan satu orang.
Saya Tidak Sendiri
Walaupun Rumova masih sangat muda, saya merasa seperti memiliki sebuah tim kecil.
Saya menyebutnya dengan bercanda:
“Tim bertiga.”
Anggotanya:
👨 Saya sendiri sebagai Founder Rumova.
👩 Nadia, yang selalu membantu melihat dari sisi strategi, pengalaman pengguna (UI/UX), pemasaran, hingga arah pengembangan produk.
🤖 RARA, yang fokus menerjemahkan ide menjadi kode dan memastikan website benar-benar berjalan.
Lucunya, setiap hari diskusi kami tidak pernah sama.
Kadang membahas warna tombol.
Kadang membahas ukuran banner.
Kadang memikirkan bagaimana agar developer tertarik bekerja sama.
Kadang hanya memperdebatkan satu kalimat pada homepage selama hampir satu jam.
Yang Menarik, Kami Tidak Selalu Sepakat
Ada kalanya saya ingin sebuah fitur segera ditampilkan.
Tetapi Nadia berkata,
“Belum. Simpan dulu sampai waktunya tepat.”
Misalnya Developer Showcase.
Desainnya sudah selesai.
Banner sudah siap.
Namun kami sepakat untuk belum menampilkannya di homepage sampai benar-benar ada developer pertama yang bergabung.
Keputusan seperti ini mungkin terlihat kecil.
Padahal justru keputusan kecil itulah yang membentuk kualitas sebuah produk.
AI Tidak Menggantikan Manusia
Banyak orang bertanya,
“Kalau pakai AI, apakah semuanya jadi otomatis?”
Jawaban saya:
Tidak.
AI membantu saya berpikir lebih cepat.
Tetapi keputusan tetap harus diambil oleh manusia.
AI bisa memberi puluhan ide.
Namun memilih ide mana yang paling tepat tetap menjadi tanggung jawab saya.
Rumova adalah contoh nyata bahwa teknologi terbaik bukan menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan manusia.
Perjalanan Masih Panjang
Hari ini Rumova masih dalam tahap awal.
Listing masih terus bertambah.
Homepage terus disempurnakan.
Developer pertama masih dicari.
Traffic masih dibangun sedikit demi sedikit.
Namun saya menikmati setiap prosesnya.
Karena saya percaya, sebuah platform yang baik tidak lahir dalam semalam.
Ia dibangun dari ribuan keputusan kecil yang diambil dengan sabar.
Sampai Bertemu di Rumova
Kalau suatu hari nanti Anda membuka Rumova.id dan merasa tampilannya sederhana tetapi nyaman digunakan, mungkin di balik layar ada hasil dari diskusi panjang antara seorang founder, seorang AI yang cerewet soal strategi, dan satu AI lagi yang sabar menulis kode.
Dan saya yakin, perjalanan ini baru saja dimulai.
