Ada satu malam yang mungkin tidak akan pernah diketahui oleh pengguna Rumova.
Tidak ada peluncuran fitur baru.
Tidak ada ribuan pengguna yang mendaftar.
Tidak ada perayaan.
Yang ada hanyalah sebuah diskusi sederhana tentang… daftar wilayah.
Awalnya, Rumova dibangun dengan fokus pada Banda Aceh dan Aceh Besar. Dua wilayah ini bukan dipilih tanpa alasan. Kami mengenalnya dengan baik. Kami memahami karakter kawasannya, kecamatannya, hingga bagaimana orang mencari kost, rumah, dan properti di sana.
Lalu muncul sebuah ide.
Bagaimana kalau Rumova mulai menerima properti dari Sabang?
Sabang memiliki potensi yang berbeda. Kota wisata ini memiliki banyak homestay, penginapan, dan properti yang suatu hari nanti tentu membutuhkan media promosi yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Kami sempat berdiskusi.
Apakah Sabang dibuka setelah databasenya cukup banyak?
Ataukah menunggu ada pemilik properti pertama yang mendaftar?
Di tengah diskusi itu, muncul sebuah pertanyaan yang sederhana.
“Kalau besok ada seseorang dari Sabang yang ingin memasang propertinya di Rumova, apakah kami harus menolaknya?”
Jawabannya sangat mudah.
Tentu tidak.
Dan dari jawaban sederhana itulah, cara kami memandang Rumova mulai berubah.
Kalau Sabang bisa kami siapkan sejak sekarang…
Mengapa tidak sekalian menyiapkan seluruh Provinsi Aceh?
Malam itu kami tidak sedang memperluas wilayah.
Kami sedang membangun fondasi.
Kami memutuskan bahwa Banda Aceh dan Aceh Besar tetap menjadi wilayah utama Rumova dengan pencarian berbasis kecamatan, karena di sanalah aktivitas dan database kami saat ini paling lengkap.
Sementara itu, seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Aceh mulai kami siapkan agar dapat menerima listing kapan saja.
Bukan karena Rumova sudah besar.
Bukan karena listing kami sudah ribuan.
Tetapi karena kami ingin ketika suatu hari ada seseorang dari Langsa, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Barat, Aceh Tengah, Simeulue, atau daerah lain datang ke Rumova, sistem kami tidak berkata,
“Maaf, wilayah Anda belum tersedia.”
Sebaliknya, kami ingin mengatakan,
“Selamat datang. Rumova siap membantu Anda.”
Bahkan kami menambahkan satu pilihan lagi dalam sistem.
Luar Provinsi Aceh.
Bukan karena Rumova sedang berekspansi ke seluruh Indonesia.
Melainkan karena kami percaya bahwa sebuah fondasi yang baik harus mampu menerima peluang di masa depan, tanpa kehilangan jati dirinya.
Jati diri Rumova tetap sama.
Rumova lahir di Aceh. Dibangun untuk masyarakat Aceh. Dan akan terus bertumbuh bersama Aceh.
Jika suatu hari ada properti dari luar Aceh yang ingin bergabung, kami tidak ingin membatasi kesempatan itu.
Tetapi hati Rumova akan selalu tetap berada di tempat semuanya dimulai.
Di Aceh.
Mungkin bagi sebagian orang, keputusan malam itu hanyalah menambah beberapa pilihan dalam sebuah dropdown.
Namun bagi kami, itu adalah keputusan tentang arah.
Tentang bagaimana sebuah platform dibangun.
Bukan untuk hari ini saja.
Tetapi untuk bertahun-tahun ke depan.
Kami percaya bahwa pertumbuhan yang baik bukanlah pertumbuhan yang tergesa-gesa.
Melainkan pertumbuhan yang dipersiapkan.
Karena bangunan yang tinggi tidak pernah dimulai dari atap.
Ia selalu dimulai dari fondasi yang kokoh.
Dan malam itu…
Rumova mengambil satu langkah kecil.
Agar suatu hari nanti dapat melayani lebih banyak orang, tanpa pernah melupakan tempat di mana perjalanan ini dimulai.
Banda Aceh.
Aceh Besar.
Dan kini… seluruh Aceh.
“Rumova Journey bukan sekadar catatan tentang apa yang telah kami capai. Rumova Journey adalah catatan tentang keputusan-keputusan kecil yang kami yakini akan menentukan arah Rumova di masa depan.”