Rumova Journey 29 July 2026

Rumova Journey #1 — Kenapa Saya Membangun Rumova

Rumova lahir dari pengalaman melihat kebutuhan masyarakat akan platform yang memudahkan proses jual, beli, dan sewa properti di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Setelah pensiun, banyak teman bertanya kepada saya.

“Sekarang mau ngapain?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi membuat saya berpikir cukup lama. Selama hampir tiga puluh tahun saya bekerja di dunia perbankan, saya terbiasa bekerja dengan target, menyelesaikan masalah, bertemu banyak orang, dan mengambil berbagai keputusan setiap hari. Ketika pensiun, ritme kehidupan itu berubah.

Banyak orang memandang pensiun sebagai akhir dari perjalanan karier. Saya memilih melihatnya sebagai awal dari perjalanan baru. Saya masih ingin belajar, tetap berkarya, dan membangun sesuatu yang suatu hari nanti bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Bukan karena saya tidak bisa diam, tetapi karena saya percaya pengalaman yang kita miliki akan lebih bernilai jika diwujudkan menjadi sesuatu yang berguna.

Dari pemikiran sederhana itulah Rumova mulai lahir. Sebuah proyek yang saya harapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya mereka yang sedang mencari maupun menawarkan kost, rumah sewa, dan properti di Aceh.


Mengapa Bernama Rumova?

Salah satu hal yang cukup lama saya pikirkan adalah memilih nama.

Saya ingin sebuah nama yang mudah diingat, mudah diucapkan, dan dapat berkembang bersama visi platform ini. Saya berharap Rumova bukan hanya menjadi sebuah nama, tetapi juga menjadi identitas sebuah layanan yang membantu masyarakat menemukan kost, rumah sewa, maupun berbagai pilihan properti dengan informasi yang lebih lengkap dan mudah diakses.

Saya sadar membangun sebuah nama membutuhkan waktu. Karena itu, perjalanan Rumova bukan hanya membangun sebuah website, tetapi juga membangun kepercayaan.


Berawal dari Masalah yang Sering Saya Lihat

Ide Rumova bukan muncul karena saya ingin membuat startup atau mengikuti tren teknologi. Ide ini lahir dari masalah yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selama bertahun-tahun saya melihat orang yang mencari kost, rumah sewa, kontrakan, maupun properti di Banda Aceh dan Aceh Besar harus berpindah-pindah tempat hanya untuk mendapatkan informasi. Ada yang mencari melalui Facebook, bertanya di grup WhatsApp, melihat postingan Instagram atau TikTok, bahkan hanya mengandalkan informasi dari teman dan keluarga.

Masalahnya, informasi tersebut sering kali sudah tidak relevan. Nomor telepon sudah tidak aktif, kamar sudah terisi, harga berubah, atau lokasi sulit ditemukan. Tidak sedikit calon penyewa harus menghubungi beberapa pemilik hanya untuk mengetahui apakah kamar yang dicari masih tersedia.

Di sisi lain, saya juga melihat banyak pemilik kost sebenarnya memiliki kamar kosong, tetapi kesulitan mempromosikan propertinya secara konsisten. Mereka mengunggah informasi di media sosial, namun dalam beberapa hari postingan tersebut tenggelam oleh postingan lain.

Melihat kondisi itu, saya berpikir, seharusnya ada cara yang lebih mudah bagi pencari maupun pemilik properti untuk saling bertemu.


Mengapa Fokus di Banda Aceh dan Aceh Besar?

Banyak orang bertanya, mengapa Rumova tidak langsung dibuat untuk seluruh Indonesia?

Jawaban saya sederhana. Saya percaya sebuah produk yang baik harus dimulai dari masalah yang benar-benar kita pahami. Saya tinggal di Aceh, mengenal Banda Aceh dan Aceh Besar, memahami karakter masyarakatnya, serta cukup mengenal kawasan pendidikan, perkantoran, dan permukiman yang banyak menjadi tujuan mahasiswa maupun pekerja.

Karena itu saya memilih memulai dari daerah yang paling saya kenal. Dengan begitu saya lebih mudah mengumpulkan data, melakukan verifikasi, menerima masukan pengguna, dan memperbaiki layanan secara bertahap.

Saya percaya membangun sesuatu yang kecil tetapi selesai jauh lebih baik daripada merencanakan sesuatu yang besar tetapi tidak pernah terwujud.


Bukan Sekadar Website Properti

Sejak awal saya tidak ingin Rumova hanya menjadi tempat memasang iklan. Saya ingin Rumova menjadi tempat orang memperoleh informasi yang lebih lengkap, lebih jelas, dan lebih mudah dipercaya sebelum mengambil keputusan menyewa atau membeli properti.

Bukan sekadar menampilkan foto dan nomor telepon, tetapi juga membantu calon penyewa memahami lokasi, harga, fasilitas, jenis properti, serta informasi lain yang memang dibutuhkan. Harapan saya, pencari properti dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap, sementara pemilik properti memiliki media promosi yang lebih terstruktur.

Tujuan saya sederhana. Ketika seseorang membutuhkan tempat tinggal di Banda Aceh atau Aceh Besar, saya berharap Rumova menjadi salah satu tempat pertama yang mereka kunjungi. Sebaliknya, ketika pemilik properti ingin memasarkan unitnya, mereka juga memiliki media yang mudah digunakan dan mampu menjangkau lebih banyak calon penyewa.

Masih banyak fitur yang ingin saya bangun. Sebagian sudah mulai berjalan, sebagian masih dalam tahap pengembangan, dan sebagian lagi masih berupa ide yang akan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di masa mendatang.


Belajar Hal Baru Setelah Pensiun

Kalau ada yang bertanya apa pelajaran terbesar setelah pensiun, mungkin jawabannya adalah belajar lagi dari awal.

Membangun Rumova memaksa saya keluar dari zona nyaman. Saya kembali belajar WordPress, desain antarmuka, optimasi mesin pencari (SEO), struktur database, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses pengembangan website maupun konten.

Tentu tidak semuanya berjalan mulus. Ada plugin yang tidak sesuai harapan, tampilan yang harus diulang berkali-kali, fitur yang belum berjalan seperti yang direncanakan, dan berbagai kesalahan yang justru menjadi bagian dari proses belajar.

Saya menikmati proses tersebut karena saya percaya membangun sebuah produk digital bukan tentang siapa yang paling cepat selesai, melainkan siapa yang mau terus belajar dan terus memperbaiki.


Soft Launch Baru Permulaan

Hari ini Rumova memasuki tahap Soft Launch. Bagi saya, ini bukan garis akhir, melainkan langkah pertama dari perjalanan yang masih panjang.

Rumova masih jauh dari sempurna. Masih banyak data yang harus dikumpulkan, fitur yang akan disempurnakan, dan masukan yang ingin saya dengarkan dari para pengguna. Sangat mungkin ada fitur yang berubah, ditambahkan, atau bahkan dihapus apabila memang tidak memberikan manfaat. Saya ingin Rumova berkembang berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan semata-mata berdasarkan keinginan saya sebagai pembuatnya.

Karena itulah saya memutuskan mendokumentasikan seluruh proses ini melalui seri Rumova Journey.

Saya ingin berbagi bukan hanya ketika semuanya berhasil, tetapi juga ketika menghadapi tantangan, membuat kesalahan, mengubah keputusan, dan belajar dari setiap proses yang dijalani.

Saya tidak tahu akan menjadi sebesar apa Rumova di masa depan. Namun saya yakin setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil.

Hari ini saya memulai langkah itu.

Semoga beberapa tahun ke depan saya bisa kembali membaca tulisan ini dan tersenyum karena Rumova benar-benar berhasil membantu masyarakat Aceh menemukan tempat tinggal yang mereka butuhkan, sekaligus membantu para pemilik properti memasarkan propertinya dengan lebih baik.

Karena bagi saya, Rumova bukan sekadar sebuah website.

Rumova adalah perjalanan, proses belajar, dan harapan untuk memberikan manfaat.

Perjalanan ini baru dimulai.

Bersambung di Rumova Journey #2.

Scroll to Top