Rumova Journey 22 August 2026

Rumova Journey #8: Ketika Mitra dari Luar Aceh Mulai Berdatangan

Ada satu hal kecil yang terjadi di Rumova belakangan ini, tetapi bagi kami cukup menarik untuk dicatat.

Rumova mulai menerima pengajuan dari pelaku usaha properti yang berada di luar Aceh.

Padahal, sejak awal Rumova dibangun dengan fokus yang sangat sederhana: membantu orang menemukan kost dan properti di Banda Aceh, Aceh Besar, dan kemudian berkembang ke wilayah Aceh lainnya.

Kami sedang membangun database.
Kami sedang mencari pemilik properti.
Kami sedang memperbaiki sistem.
Kami sedang belajar bagaimana sebuah platform properti seharusnya dibangun.

Lalu muncul dua pengajuan Mitra Pendukung Rumova dari Jawa Barat.

Dari Bandung

Pengajuan pertama datang dari Kang Jual Rumah Bandung / KJR Realty yang berlokasi di Kabupaten Bandung.

KJR Realty memperkenalkan diri sebagai agency properti yang membantu masyarakat menemukan rumah dan properti sesuai kebutuhan, anggaran, dan rencana hidup mereka.

Fokus mereka antara lain Bandung Selatan, Katapang, Banjaran, Soreang, dan sekitarnya.

Layanannya mencakup rumah siap huni, rumah baru, perumahan atau cluster, properti investasi, konsultasi pembelian rumah hingga pendampingan proses pembelian.

Bagi Rumova, yang menarik bukan hanya jenis usaha mereka.

Yang menarik adalah mengapa mereka melihat Rumova sebagai sesuatu yang layak untuk menjadi bagian dari ekosistem mereka.

Kemudian datang dari Depok

Tidak lama kemudian, masuk pengajuan berikutnya.

Kali ini dari Sanfai Property, yang beralamat di Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Sanfai Property memperkenalkan diri sebagai perusahaan pengembang dan agen real estat berbasis syariah yang telah berdiri sejak 2016.

Mereka bergerak di bidang pengembangan hunian, jasa kontraktor, dan layanan sewa, terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

Sekali lagi, kami melihat sesuatu yang menarik.

Dua pelaku usaha properti dari Jawa Barat secara mandiri menemukan Rumova dan mengajukan diri sebagai Mitra Pendukung.

Rumova sebenarnya sedang membangun apa?

Pertanyaan ini kemudian muncul di kepala kami.

Apakah Rumova hanya sebuah website untuk mencari kost?

Pada awalnya, memang sesederhana itu.

Tetapi dalam perjalanan membangunnya, kami mulai melihat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap properti jauh lebih luas.

Ada orang yang mencari kost.

Ada yang mencari rumah kontrakan.

Ada yang mencari rumah untuk dibeli.

Ada pemilik yang ingin memasarkan propertinya.

Ada developer yang memiliki proyek.

Ada agen properti yang memiliki jaringan.

Ada pula berbagai usaha pendukung yang berada di sekitar ekosistem properti.

Karena itu, Rumova perlahan mulai diarahkan bukan hanya sebagai tempat menampilkan listing, tetapi sebagai ekosistem properti yang mempertemukan berbagai pihak.

Dan di sinilah konsep Mitra Pendukung Rumova mulai mendapatkan bentuknya.

Tetapi Rumova tidak ingin terburu-buru

Masuknya mitra dari luar Aceh tentu merupakan sesuatu yang menyenangkan.

Namun kami juga tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa Rumova sudah besar.

Belum.

Rumova masih dalam tahap membangun.

Database masih terus ditambah.

Fitur masih terus diperbaiki.

Model bisnis masih terus diuji.

Dan kami masih belajar dari setiap orang yang berinteraksi dengan Rumova.

Karena itu, setiap pengajuan mitra tetap harus dilihat dengan prinsip yang sama:

Apakah usaha tersebut relevan dengan ekosistem Rumova dan dapat memberikan nilai bagi pengguna?

Bukan semata-mata karena mereka berasal dari kota besar.

Bukan karena mereka memiliki banyak properti.

Dan bukan pula karena mereka adalah developer atau agen properti.

Dari Aceh, lalu ke mana?

Ini mungkin bagian yang paling menarik dari perjalanan Rumova.

Kami tidak pernah merancang Rumova dengan target harus langsung menjadi platform nasional.

Kami memulainya dari tempat yang kami kenal.

Aceh.

Mulai dari Banda Aceh dan Aceh Besar.

Pelan-pelan memperluas database.

Pelan-pelan membangun kepercayaan.

Pelan-pelan memperkenalkan Rumova kepada pemilik dan pencari properti.

Tetapi ketika kemudian ada pelaku usaha dari Bandung dan Depok yang datang sendiri dan berkata,

“Kami ingin menjadi Mitra Pendukung Rumova.”

kami mulai menyadari bahwa mungkin perjalanan Rumova nantinya tidak berhenti di Aceh.

Mungkin Aceh adalah tempat Rumova belajar.

Dan suatu hari, jaringan itu bisa berkembang lebih jauh.

Dua pengajuan kecil, tetapi punya arti besar

Bagi orang lain, mungkin dua formulir pendaftaran mitra bukan sesuatu yang istimewa.

Bagi kami, ini adalah bagian dari perjalanan.

Karena membangun sebuah platform tidak selalu ditandai oleh angka besar.

Kadang justru dimulai dari hal-hal kecil.

Satu pemilik yang percaya.

Satu properti yang didaftarkan.

Satu orang yang menggunakan website.

Satu mitra yang datang.

Kemudian dua.

Dan dari sana kita lihat ke mana perjalanan ini akan membawa Rumova.

Rumova belum selesai dibangun.

Bahkan mungkin baru mulai.

Dan dua pengajuan dari Bandung dan Depok ini akan kami simpan sebagai salah satu catatan kecil dalam perjalanan tersebut.

Rumova Journey #8 — membangun sedikit demi sedikit, melihat sejauh mana langkah ini akan berjalan.

Scroll to Top